Jumat, 20 April 2012

Cerita Angin

Aku putuskan untuk meninggalkannya malam itu juga. Sakit sekali rasanya. 3,5 tahun bukanlah waktu yang singkat. Dia benar-benar sudah merasuk ke dalam aliran darahku. Singgah ke otak. Singgah ke hati. Singgah ke semuanya. Tapi ia telah menghianatiku. Tidak ada lagi kesempatan untuk seorang penghianat. Itu komitmen ku dulu. Aku lampiaskan semua kemarahan dan kekecewaanku padanya. Dia menyesali. Katanya. Tapi aku memilih tidak peduli malam itu.

Satu hari berlalu tanpa dia. Aku tidak terbiasa dengan keadaan ini. Aku berusaha untuk melupakan dan menyibukkan diri dengan hal-hal lain. Hasilnya, GAGAL.
Ya Tuhan ! Ternyata aku benar-benar tidak punya hati untuk membencinya. Aku tidak mampu membawanya keluar dari ruang ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar