Jumat, 27 Januari 2012

Budaya


Description: E:\Private\d' goroNK+2\Aya_..2535.jpg              Description: E:\Private\d' goroNK+2\Aya_..2553.jpg

       Description: E:\Private\photographer pemula\Alam takambang\DSC01069.jpg                    Description: E:\Private\photographer pemula\Alam takambang\DSC01071.jpg          
Description: E:\Private\photographer pemula\Alam takambang\DSC01067.JPG           Description: E:\Private\photographer pemula\Alam takambang\R'sia (1).jpg




Kemolekan Bunga Bangkai

            Palupuah  merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Agam yang penuh nilai-nilai sejarah dan kaya akan keindahan alam. Salah satunya adalah bunga Raflesia Arnoldi yang sudah lama hidup di daerah ini dan telah banyak wisatawan, baik lokal maupun mancaneraga yang berkunjung ke lokasi tempat terdapatnya bunga raflesia terbesar tersebut.
            Baru-baru ini, sekitar satu tahun yang lalu ditemukan lagi spesies Bunga Bangkai (Amorphohlallus titanum) di sebuah perbukitan, tepatnya di desa tabuah-tabuah kecamatan Palupuah. Kejadian ini berawal ketika salah seorang penduduk yang hendak pergi ke ladang yang berada di puncak bukit mencium bau yang tidak sedap disekitarnya. Untuk mengatasi rasa penasaran, ia langsung mencari sumber bau dan mengikuti indra penciumannya. Alangkah kagetnya ia saat menemukan bau busuk tersebut ternyata berasal dari bunga bangkai raksasa yang begitu molek dan baru mekar. Berita inipun tersebar luar di masyarakat dan banyak penduduk bahkan masyarakat luar berbondong-bondong untuk langsung menyaksikan bunga tersebut.
            Bunga bangkai ini hanya berumur 1 mingggu. Setelah itu ia akan layu, dan mati. Beberapa minggu kemudian, bunga ini akan tumbuh lagi di tempat yang berlainan, namun masih disekitar tempat dimana ia tumbuh sebelumnya. Saat mekar, tinggi bunga beserta tangkai putiknya bisa mencapai 2 meter dan diameter kelopak bagian dalam sekitar 50 cm sedangkan kelopak terluarnya mencapai 1 meter.
            Banyak hal yang bisa didapatkan dengan berwisata ke tempat ini. Para pengunjung sebelum mencapai lokasi akan disuguhkan dengan sentuhan-sentuhan alam yang begitu indah. Merdunya kicauan-kicauan burung, dan bisisk-bisik pepohonan yang saling bergesek akan membawa ketentraman tersendiri. Belum lagi dengan mereka yang memiliki jiwa petualangan yang tinggi, dengan mendaki dan menuruni lereng-lereng bukit  tentunya bisa menjadi pengalaman berharga yang melengkapi catatan petualangan mereka. Dan hasrat untuk “berjabat tangan” dengan alam secara langsung akan terwujud disini.
            Tentunya perjalanan selama lebih-kurang 15 menit dari bawah bukit tidak akan terasa ketika pengunjung tiba di lokasi tumbuhnya bunga bangkai tersebut. Kenapa tidak, bunga yang jarang dijumpai ini, dan hanya tumbuh di daerah-daerah tertentu akan menjadikan mimpi pengunjung menjadi kenyataan. Yang biasanya hanya bisa dilihat di Televisi atau di media-media lainnya, sekarang bisa menyentuh secara langsung, bahkan mengabadikan moment itu bersama keluarga, kerabat, maupun sahabat. Disamping itu, juga bisa dibuktikan sebuah pepatah minangkabau yang menyatakan: “ alam takambang jadi guru “.



Pandangan
Mari Lestarikan Lingkungan hidup
            Bunga bangkai merupakan salah satu spesies langka dan dilindungi terutama di Indonesia. Bunga ini umumnya tumbuh di hutan-hutan tropis yang memiliki curah hujan dan kelembaban udara yang cukup.
            Ini merupakan tugas dan tanggungjawab masing-masing kita untuk menjaga kekayaan-kekayaan alam yang hampir punah. Banyak keuntungan yang didapatkan ketika kita meluangkan sedikit waktu untuk merawatnya dengan sebaik mungkin. Salah satunya akan menarik minat wisatawan untuk mendatangi langsung lokasi tersebut, dan tentunya hal ini akan menambah  pendapatan daerah disamping memperkenalkan kekayaan daerah tersebut kepada publik.
            Namun, hal diatas masih menjadi kendala. Masih kurangnya perhatian masyrakat terhadap suatu daerah yang memiliki nilai wisata. Seperti sulitnya akses bagi para wisatawan, sehingga akan mempengaruhi minat wisatawan untuk berkunjung ke lokasi tersebut. Hal ini dapat diatasi dengan menyediakan akses yang baik, seperti membersihkan sepanjang jalan di lereng bukit agar memudahkan wisatawan dan juga menyediakan tempat-tempat beristiharat sehingga wisatawan merasa disambut dengan baik di daerah tersebut.
            Yang tak kalah penting lainnya adalah memperkenalkan tiap-tiap daerah tujuan wisata kepada publik. Karena hal ini yang akan membuat perhatian dunia terpusat sehingga banyak wisatawan lokal maupun asing  yang berkunjung dan secara tidak langsung akan memungkinkan penduduk untuk bertukar budaya dan pengetahuan dengan wisatawan.
           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar