Akankah Media Cetak Berakhir ditangan Online ?
Online adalah New Media yang berkembang sangat pesat saat ini. Menurut Jim Hall, perkembangan Jurnalisme Online tidak dipungkiri akan menggeser media tradisional. Di Amerika Serikat tempat kelahiran media online, sudah memperlihatkan tanda-tanda akan berakhirnya media tradisional, yang dalam hal ini adalah media cetak. Berdasarkan sumber dari Majalah Tempo edisi 5 April 2009, media cetak terbesar di Amerika Serikat diantaranya Chicago Tribune, Philadelphia Inquirer, dan Post-Intelligencer sudah memutuskan untuk menerbitkan versi Onlinenya saja. Hal ini disebabkan karena 40 % warga Amerika Serikat sudah menggunakan media Online dalam mengakses berita.
Di Indonesia sendiri Jurnalisme Online pertama berkembang mulai tahun 1995-1997. Dari waktu ke waktu perkembangan media online semakin menunjukkan perubahan yang signifikan. Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya media-media tradisional di Indonesia yang beralih ke versi Online. Tak terkecuali media-media besar seperti Kompas, Media Indonesia, Suara Merdeka, liputan6, tvone dan sebagainya. Dan yang tidak ketinggalan ialah munculnya berbagai media-media online yang cukup diperhitungkan, diantaranya: detik.com, okezone.com, inilah.com, dan vivanews.com.
Memang, banyak keunggulan-keunggulan yang ditawarkan media online sehingga orang-orang mulai beransur-ansur meninggalkan media cetak. Hal ini terlihat dari segi updating informasi yang melebihi kecepatan media cetak. Disamping itu juga memungkinkan untuk menyampaikan pesan dalam bentuk teks, audio maupun video. Dan yang menarik adalah media online melibatkan pembaca berpartisipasi secara langsung, dengan cara berbagi komentar pada space yang telah disediakan. Namun, dibalik keunggulan tersebut tersimpan kekurangan-kekurangan yang kadangkala berakibat fatal, terutama di Indonesia. Perkembangan media online di Indonesia tidak diimbangi dengan peningkatan mutu dan kualitas secara baik. Berburu cepat dalam updating berita sering membuat insan pers di media online mengabaikan kode-kode etik dalam jurnalistik. Tidak jarang berita-berita seperti straight news yang ditampilkan hanya berupa isu-isu dan diragukan keakuratan datanya. Dalam hal berbagi komentar misalnya, pihak redaksi dari media online kadang tidak menyaring komentar-komentar yang disampaikan pengunjung, dan komentar-komentar yang dapat mengurangi nilai-nilai jurnalisme seharusnya tidak ditampilkan. Yang lebih parah lagi, media online di Indonesia belum ditetapkan peraturan perundang-undangannya, sehingga kebebasan yang mengarah kepada hal negatif sangat sulit untuk diminimalisir.
Berbeda dengan media online, media cetak lebih unggul dalam hal perlindungan terhadap kode etik jurnalistik. Berita-berita yang disampaikan sudah diverifikasi lebih lanjut oleh narasumber yang bersangkutan dan keakuratan datanya juga dapat diperhitungkan. Dilain sisi, media cetak juga sudah dilindungi dan diatur oleh undang-undang, sehingga nilai-nilai jurnalisme akan semakin kaya pada media ini.
Untuk mempertahankan eksistensi media cetak ditengah-tengah maraknya bermunculan media online, dapat dilakukan upaya salah satunya dengan meningkatkan mutu. Pembaca yang lebih sering disuguhkan berita-berita berupa straight news, kadangkala akan merasa jenuh. Disinilah media cetak dapat memanfaatkan peluang dengan menerbitkan berita-berita yang akan dikupas secara lebih mendalam dan bermutu, seperti feature, laporan dan sebagainya. Karena dalam jurnalisme itu, selayaknya masyarakat mendapatkan berita yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan. Hal menarik lainnya yang dapat dilakukan media cetak adalah dengan adanya citizen jurnalism, yakni melibatkan warga yang bukan jurnalis profesional untuk ambil bagian dalam menulis berita di dunia jurnalis itu sendiri. Sekalipun media cetak akan benar-benar berakhir ditangan media online, pemerintah Indonesia harus menerapkan undang-undang yang mengatur kode etik di media online. Disamping itu masyarakat Indonesia harus diberi pendidikan untuk memilah berita-berita yang bermutu dan dapat dipertanggungjawabkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar