“ Makanan, Penyakit, dan Puasa”
Setiap orang kehilangan 300 miliar sel setiap harinya hingga usia tua. Sel-sel yang hilang harus diganti setiap hari, salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi makanan. Makanan akan membentuk sel-sel tubuh, jaringan, organ, dan sistem organ yang akan menujunjang aktivitas manusia. Tanpa kita sadari kepribadian dan pola pikir manusia akan dibentuk dari makanan yang ia konsumsi. Jika kita memakan sasuatu yang baik, maka makanan yang dicerna juga akan menghasilkan energi yang positif. Dan sebaliknya jika makanan yang dikonsumsi buruk, maka energi yang terbentuk akan mengarah kepada hal negatif.
Baik buruknya makanan yang dimaksud dapat dilihat dari kualitas kandungan alami makanan, pencemaran yang diakibatkan oleh virus atau bakteri, kuantitas makanan serta cara memperoleh makanan tersebut. Makanan sehat jauh berbeda dengan makanan enak. Makanan enak menurut praktisi kesehatan mengandung tinggi gula, garam, tepung, berlemak, pengawet, vetsin, MSG, tapi kurang serat. Dan masyarakat kita lebih memilih makanan yang enak dibanding makanan sehat. Menurut Dr Phaidon L Toruan, MM, dokter gizi dan pakar kesehatan banyak masyarakat kita kehilangan arah dalam menjalankan hidup sehat, mereka sudah dicuci otak nya secara kontiniu oleh berbagai media untuk yang menawarkan produk menggunakan teknologi marketing terbaru. Bisa dibuktikan, zaman dahulu ketika masyarakat belum mengenal teknologi, makanan yang mereka konsumsi berasal dari bahan alami yang tidak tersentuh zat-zat kimia. Mereka tidak mengenal penyakit Jantung, Hipertensi, Diabetes, Kanker, Obesitas, dan sebagainya. Tapi coba perhatikan sekarang, berbagai penyakit muncul disetiap penjuru dunia dan tidak mengenal siapa saja. Harus disadari bahwa semua ini timbul akibat pola makan yang salah.
Mengonsumsi makanan secara berlebihan pun merupakan pola hidup yang tidak baik dan dapat menimbulkan penyakit. Dalam Surat Al-A’Raf ayat 31 Allah SWT berfirman: ” makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan “. Demikian juga halnya jika kita memperoleh makanan dengan jalan yang tidak halal. Contoh ringan saja, kita sebagai mahasiswa pasti kenal dengan yang namanya mencontek. Jika nilai yang diperoleh merupakan hasil contekan, maka setelah tamat dan meperoleh pekerjaan, keluarga kita akan memakan uang hasil contekan termasuk anak-anak yang akan mewarisi gen-gen orangtuanya. Apakah cara seperti ini dianggap sehat?
Oleh karena itu perhatikanlah hal-hal kecil disekitar kita yang sering kali diremehkan. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengubah pola makanan menjadi lebih baik dan lebih sehat. Salah satunya adalah dengan berpuasa. Puasa dapat memperbaharui kehidupan seseorang dengan diperbaharuinya sel-sel dan dibuangnya sel-sel yang sudah tua dan mati serta diistirahatkannya perut dan organ pencernaan. Banyak dokter menyebutkan berbagai manfaat puasa diantaranya: puasa dapat mempertahankan kelembaban insidentil sekaligus membersihkan pencernaan dari racun yang ditimbulkan oleh makanan yang tidak sehat, dan mengurangi lemak di perut yang sangat berbahaya bagi jantung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar