Menunggu Waktu
Belumlah petang untuk kau berbalik pulang
Ladang ini masih belukar
Dijalari rerumput liar
Kau tanya angin dimana arah jalan pulang
katamu kau penat memeras keringat
Tapi ku harap angin sudi membohongimu
agar kau tersesat
dan merasakan lagi hawa tanah
Ku tak bermaksud kau tersiksa disini
ladang ini masih rindu akar cemara
Tempat ayunan anak cucumu
Dan kau akan bangga
Karena keringatmu meneduhkan mereka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar